hingga waktu itu kan datang

Telah lama

Hati ini menunggu

Entah sampai kapan

Akankah kau tahu?

Atau bahkan kau sudah tahu????

Terkadang

Hati ini lelah menunggu

Ingin berpaling, tapi ku tak bisa

Apakah rasa ini datang dari-Nya,

Hingga ku tak bisa melepaskanmu dari hatiku???

Ku harap semua ini benar

Semoga rasa ini memang datang dari-Nya

Dan semoga tak ada keraguan lagi di hatiku,

tuk menunggumu hingga semua Doa-ku terkabulkan

Di hati, hanya tertulis satu

Tiada yang lain, hanya dirimu

Kucoba terus bertahan

Hingga waktu itu kan datang

Leave a comment »

LINGKUNGAN INTERNAL DUNIA USAHA

Lingkungan internal dunia usaha atau bisnis adalah individu atau suatu kelompok yang mempunyai kepentingan langsung karena dapat mempengaruhi dan dipengaruhi secara langsung oleh tujuan, kebijakan dan aktivitas dunia usaha atau bisnis. Anggota lingkungan internal ini ikut berperan secara langsung dalam menjalankan aktivitas usaha atau bisnis suatu perusahaan dan disebut sebagai pihak yang berkepentingan internal (internal stakeholders).

Beberapa pihak yang berkepentingan internal (internal stakeholders) antara lain:

  1. Investor atau Pemegang Saham

Investor atu pemegang saham merupakan komponen perusahaan yang menyediakan modal untuk kegiatan usaha/bisnis perusahaan. Investor atau pemegang saham memiliki kepentingan di dalam perusahaan untuk memutuskan apakah akan terus mendanai kegiatan usaha/bisnis atau akan berhenti berinvestasi. Keputusan tersebut sangat bergantung pada hasil kenerja perusahaan dan prospek perusahaan ke depan.

2. Manajer

    Manajer adalah orang yang dipercaya oleh pemilik perusahaan untuk menjalankan dan mengatur perusahaan serta mempunyai tanggung jawab atas bawahan dalam kegiatan usaha perusahaan tersebut.  Menurut Henry Fayol, manajer mempunyai fungsi utama dalam perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah dan pengawasan.

    Atas dasar ruang lingkup kegiatan yang dikelola, manajer dibagi menjadi dua, yaitu manajer umum dan manajer fungsional. Manajer umum mempunyai tugas mengatur, mengawasi, dan bertanggungjawab atas satuan kerja keseluruhan atau divisi operasi yang mencakup semua atau beberapa kegiatan-kegiatan fungsional satuan kerja. Sedangkan manajer fungsional mempunyai tangggung jawab hanya atas satu kegiatan organisasi, seperi produksi, pemasaran, keuangan, kepegawaian (personalia), atau akuntansi. Kegiatan-kegiatan dari fungsi –fungsi lainnya ada di bawah tanggungjawab manajer-manajer fungsional lainnya.

    Di dalam perusahaan menajer mempunyai tugas utama mengevaluasi kinerja ekonomi perusahaan. Sehingga baik buruknya kinerja manajer sangat berpengaruh pada hasil kinerja perusahaan. Oleh karena tugas yang begitu sentral, manajer biasanya akan mendapat penghasilan atau gaji yang besar atau mungkin juga bisa mendapat penghasilan yang berhubungan langsing dengan hasil kinerja perusahaan dengan menerpkan sitem rencana pembagian laba (profit-sharing plans)

    3. Karyawan

      Karyawan merupakan orang yang memberikan jasanya kepada perusahaan dalam kegiatan produksi suatu perusahaan. Sebagai balas jasa dari perusahaan, karyawan memperoleh upah.  Nasib para karyawan juga dipengaruhi oleh hasil kinerja perusahaan. Di saat posisi perusahaan sedang sulit, bisa saja terjadi pengurangan jumlah karyawan atau terjadi PHK (pemutusan hubungan kerja). Akan tetapi, karyawan juga dapat menuntut hak-haknya sebagai karyawan. Gaji yang layak, asuransi, serta perlindungan hukum merupakan sebagian hak dari karyawan. Dengan adanya UMR (upah minimum regional) diharapkan jumlah upah karyawan akan lebih layak. Adanya hukum yang menjamin hak-hak karyawan akan memberikan perlindungan kepada para karyawan dan menghindari tindakan merugikan perusahaan terhadap karyawan.

      Leave a comment »

      klausa

      KLAUSA

      A.  Pengertian Klausa

      Klausa dalam tata bahasa, adalah sekumpulan kata yang terdiri dari subjek dan predikat yang belum diakhiri intonasi atau tanda baca final, walau dalam beberapa bahasa dan beberapa jenis klausa, subjek dari klausa mungkin tidak tampak secara eksplisit dan hal ini khususnya umum dalam Bahasa bersubyek nol. Sebuah kalimat paling sederhana terdiri dari satu klausa sedangkan kalimat yang lebih rumit dapat terdiri dari beberapa klausa.

      B. Jenis-jenis Klausa

      Jenis klausa berdasarkan keterikatannya :

      1. Klausa bebas,
      klausa yang dapat berdiri sendiri dan tidak bergantung pada klausa lain.

      Contoh:

      Ani membawa buku
      Guru mengajar murid

      2. Klausa terikat
      klausa yang kehadirannya bergantung pada klausa lain dan biasanya ditandai oleh adanya konjungsi (kata penghubung).

      Contoh:

      ketika ayah pergi
      agar tubuh subur
      sebab kehadirannya tak diperhitungkan

      Klausa terikat merupakan bagian dari sebuah kalimat, dan dapat hadir bersama-sama atau dikaitkan dengan klausa bebas. Klausa di atas, misalnya, merupakan bagian dari kalimat :

      Ibu merasa sedih ketika ayah pergi.
      Tanaman itu diberinya pupuk agar tumbuh subur.
      Dadang kecewa sebab kehadirannya tak diperhitungkan.

      Jenis klausa berdasarkan urutan kata :

      1. Klausa normal (subjek mendahului predikat). Contoh : Ryan penari balet
      2. Klausa inversi (predikat mendahului subjek). Contoh : Kepergian Lavie tak tentu arah
      3. Klausa inversi khusus (klausa inversi yang didahului oleh keterangan. Contoh : Kemarin datanglah surat itu

      Jenis klausa berdasarkan variasi subjek-predikat :

      1. Klausa berpredikat kata kerja intransitif, yaitu klausa yang predikatnya berupa kata kerja yang tidak membutuhkan objek. Contoh : Frans sedang menari
      2. Klausa berpredikat kata kerja transitif, yaitu klausa yang predikatnya membutuhkan objek. Contoh : Yosito mengembalikan sapu

      Ciri-ciri klausa yang berpredikat kata kerja transitif :

      • Sebagian besar predikatnya berupa kata kerja barawalan me-
      • Konstruksinya bersifat aktif
      • Mempunyai objek
      • Dapat dibalik menjadi konstruksi yang pasif dengan objek berubah menjadi subjeknya dan kata kerjanya menjadi berawalan di- , Contoh : melempar batu diubah menjadi batu dilempar
      1. Klausa berpredikat kata benda. Kata benda yang dapat dijadikan objek adalah kata benda yang berupa profesi/ pekerjaan. Contoh : Pamannya lurah
      2. Klausa berpredikat kata sifat. Ciri-ciri kata sifat adalah kata yang dapat diberi kata “amat/ sangat” di depannya atau diberi kata “sekali” di belakangnya, misal : tinggi, cantik, gemuk, dll. Contoh : Grace itu cantik
      3. Klausa berpredikat adverbial (frase preposisional). Mike ke STEMA kemarin

      C. Kalimat Berklausa dan Kalimat tidak Berklausa
      Kalimat yang berklausa ialah kalimat yang terdiri dari satuan yang berupa klausa. Dalam pengertian ini klausa dijelaskan sebagai satuan gramatik yang terdiri dari subjek dan predikat, disertai objek, pelengkap dan keterangan atau tidak.
      Misalnya:
      1) Lembaga itu menerbitkan majalah sastra
      2) Perasaan ini timbul dengan tiba-tiba tatkala kereta api mulai    memasuki daerah perbatasan.
      Kalimat 1) terdiri dari klausa lembaga itu menerbitkan majalah sastra, yang terdiri dari S, ialah lembaga itu, P, ialah menerbitkan, dan O ialah majalah sastra. Sedangkan kalimat 2) terdiri dari dua klausa, yaitu perasaan ini timbul dengan tiba-tiba sebagai klausa pertama, dan kereta api mulai memasuki daerah perbatasan sebagai klausa kedua.
      KET: Pada kalimat luas, yaitu kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih, kalimat tanya, kalimat jawaban dan kalimat suruh sering terjadi penghilangan S.
      Kalimat tak berklausa ialah kalimat yang tidak terdiri dari klausa.
      Misalnya:
      3) Astaga !
      4) Selamat malam !
      Judul suatu karangan juga merupakan sebuah kalimat karena selalu diakhiri dengan jeda panjang yang disertai nada akhir turun atau naik. Jika terdiri dari S P (O) (PEL) (KET), kalimat judul itu termasuk golongan kalimat berklausa, dan sebaliknya.
      Misalnya:
      5) Tiga Nama Disebut-sebut Sebagai Calon Walikota Yogya
      6) Tantangan Pembangunan Ekonomi Indonesia
      Kalimat 5) terdiri dari unsur fungsional S, diikuti P, diikuti KET. S-nya ialah tiga nama, P-nya disebut-sebut dan KET-nya sebagai calon Walikota Yogya. (kalimat berklausa) sedang kalimat 6) merupakan kalimat yang tidak berklausa.

      Leave a comment »

      prnsip kerja bel listrik

      PRINSIP KERJA BEL LISTRIK

      Sebuah bel listrik mempunyai bagian terpenting, yaitu elektromagnet dan pemutus arus (interuptor). Berikut ini akan dijelaskan prinsip kerja sebuah bel listrik.

      Ketika sakelar bel ditekan, arus listrik dari baterai mengalir melalui interuptor kemudian mengalir ke pegas baja menuju kumparan. Inti besi menjadi magnet listrik dan menarik jangkar besi beserta pegas baja, sehingga pemukul mengenai bel dan bel berbunyi.

      Ketika jangkar besi beserta pegas baja ditarik oleh elektromagnet, kontak interuptor terputus sehingga secara otomatis arus listrik dari baterai terputus. Karena kumparan tidak dialiri arus listrik, inti besi kehilangan sifat magnetiknya dan tidak mampu lagi menarik jangkar besi. Hal itu menyebabkan jangkar kembali ke kedudukannya semula dan arus listrik tersambung kembali, demikian siklus tersebut terjadi terus-menerus.

      Sumber: Buku IPA TERPADU 3B Yudhistira

      Leave a comment »